Arti Sebuah
Kesempatan
Kesempatan selalu ada dalam hidup yang di
jalani, kesempatan itu memungkinkan untuk memilih jadi maksudnya itu ya kalo
mau jalanin ya jalanin kalo mau lakuin ya lakuin kalo engga ya engga, ya hidup
itu memang pilahan dan pilihan itu hanya ada 2 kalau IYA atau TIDAK.
Disini saya akan memulai untuk
memperkenalkan siapa saya, saya anak bungsu dari 4 bersaudara, saya memiliki
kaka perempuan satu-satunya dan paling tua, sisanya memiliki 2 kaka laki-laki,
saya berpindah pindah kehidupan, balita sudah berpindah tempat setelah itu
anak-anak pindah tempat lagi sampai ya pada akhirnya menetap pada suatu kota.
Itu semua sudah resiko karena ayah saya
kerjanya pun pindah-pindah tempat ya ceritanya si dines gitu lah, ya gapapa
dengan ikut beliau pindah-pindah saya sudah merasakan kehidupan yang berbeda
beda dan lingkungan yang berbeda juga itu namanya kesempatan bukan?
Dan ya beginilah saya besar dengan cara
berpindah-pindah tempat dan macam-macam pergaulan.
Kita membicarakan sebuah kesempatan,
mengapa saya membahas kesempatan?
Karena tanpa disadari hidup itu ada
sesuatu yang saat tidak terlihat yang bias di bilang itu kesempatan. Sebagai
contoh ya seperti kita bangun tidur, apakah kita bangun tidur lalu melalukan
sesuatu hal yang ingin kita lakukan? Tentu iya bukan? nah pada saat kita
melakukan suatu hal tersebut ada suatu kesempatan yang kita lewatkan. Entah
berapa kesempatan yang pernah kita sia – sia kan, dan yang terjadi adanya
sebuah penyesalan.
Saya termasuk orang yang tidak perduli
awalnya dengan lingkungan sekitar ya kalau di pergaulan itu susah bergaul
dengan orang lain kata lainnya ya cuek, di keluargapun saya adalah seorang anak
yang cuek dengan kehidupan di rumah, dan disini saya belajar karena uatu
kesempatan yang sudah sangat saya sia – siakan dalam hidup saya.
Memiliki sesosok ayah itu saat
menyenangkan, saat iri dengan anaknya yang bisa bercanda dengan ayahnya ketika
ayahnya memiliki waktu untuk anaknya, ketika beliau memiliki waktu untuk saya,
entah kenapa saya tidak mahir untuk berbicara dengan beliau entah saya canggung
atau saya yang cuek engga tau harus membicarakan apa dengan beliau.
Sesungguhnya beliau orang yang baik, ingin berbicara
dengam 4 anaknya beliau orang yang sedikit humoris tapi beliau juga sedikit
cuek, mungkin dari beliaulah saya memiliki sifat cuek ini.
Suatu ketika beliau ingin mencoba
berbicara dengan 3 anak lelakinya bagaimana caranya? Beliau memiliki cara
dengan memberikan uang. Dan uang tersebut yang menjadi jalan bagi beliau untuk
bias dekat berbicara dengan 3 anak lelakinya. Beliau mengadakan kompetisi bermain
game bola, siapa yang bisa juara 1 mendapatkan hadiah dari beliau.
Ya begitu seterusnya beliau menjadikan
caranya untuk mengobrol dengan saya, dengan hal itulah saya berani untuk
berbicara dengan beliau ternyata berbicara dengan keluarga itu sangat asik dan
seru walau pasti ada hal yang ditutupi.
Setelah berjalannya waktu demi waktu hari
demi hari, disinilah saya sangat sedih melihat beliau yang sudah mulai keserang
penyakit yang komplikasi.
Beliau kuat untuk mempertahankan
penyakitnya tapi itu hanya awal saja, pada akhirnya beliau menyerah untuk
hidup.
Entah kenapa setelah kepergian beliau
saya merasa sangat menyesal kenapa waktu beliau masih hidup saya tidak berani
untuk berbicara atau bercanda gurau dengan beliau, itu adalah sebuah kesempatan
yang sangat sepele dalam hidup saya, sampai sekarang saya menyesal dengan apa
yang saya lakukan.
Kesempatan memang tidak dating sama ke
dua kalinya, apa beliau bisa hidup kembali? Apa saya bisa berbicara dengan
beliau lagi? Hanya lewat doa saya bisa berbicara atau cerita dengan beliau.
Jadi janganlah kita menyepelekan kesempatan yang kecil
sekalipun, ketika kesempatan itu sudah tidak ada apa yang bias kita perbuat?
Membuat kesempatan yang sama? Bisa? Tidak! Yang ada hanya apa? Penyesalan.
Dari pelajaran
tersebut saya harus mencoba untuk tidak cuek di dalam keluarga saya, saya harus
bisa untuk mengajak bicara ibu yang hanya satu-satunya orang tua yang saya
miliki, saya tidak ingin kejadian yang udah kelewat menjadi keulang lagi di
kehidupan saya selanjutnya jadi hal sepele kesempatan berbicara denga seorang ibu itu adalah hal yang sangat
penting.
Ibu yang
memiliki hati yang lemah lembut dan mudah sakit hati itu yang sangat
berhati-hati jika ingi berbicara dengan beliau, gunakan kata – kata atau
kalimat yang beliau bisa terima.
Kesempatan berbicara
itu sangat penting, dengan kata lain berkomunikasi itu jangan sampai putus
begitu aja, kita harus saling menjalin komunikasi denga baik kepada orang –
orang yang kita kenla apalagi orang yang kita sayang.
0 komentar:
Posting Komentar