BAB 1
1.1 Pengertian, Tujuan, ISD dan IPS
1. PENGERTIAN Ilmu Sosial Dasar (ISD)
Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah
berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan,
maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
a. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi,
Biologi dan lain-lain.
b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik
Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.
c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan
lain-lain.
Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, maka Ilmu Sosial
Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan
sebagai usaha pendidikan.
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial,
khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan
pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang
pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah,
ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
• Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan,
karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya
sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar
tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga is tidak
mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti
ilmu-ilmu sosial di atas.Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus
dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia
diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan
dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian
umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji
gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam
menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka
terhadapnya.
2. TUJUAN Ilmu Sosial Dasar (ISD)
Sebagai salah satu dari Mata Kuliah Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai
tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah
sosial yang ada dalam masyarakat.
b. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya.
c. Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya
dapat mendekatinya mempelajarinya) secara
kritis-interdisipliner.
d. memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat
berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial
yang timbul dalam masyarakat.
3. RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL DASAR
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah
masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengindentifikasi
kenyataankenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu.
Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan
atas tiga golongan yaitu :
1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama
merupakan masalah sosial tertentu.
Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli
ilmu-ilmu sosial, karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu
atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan
interdisiplin/multidisiplin.
2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataankenyataan
sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat
diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu
Pengetahuan sosial.
Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep "keanekaragaman"
dan kosep "Kesatuan sosial". Bertolak dari kedua konsep tersebut
di atas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat
selalu terdapat :
a. Persamaan dan perbedaan pola pemikiran dan pola tingkah laku baik secara
individual atau kelompok/golongan.
b. Persamaan dan perbedaan kepentingan Persamaan dan perbedaan itulah
yang menyebabkan sering timbulnya pertentangan/konflik,
kerja-sama, kesetiakawanan antar individu dan golongan.
3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai
kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling
berkaitan.
Berdasarkan bahan kajian seperti yang disebut di atas, dapat dijabarkan lebih lanjut ke
dalam pokok bahasan dan sub pokok bahasan, untuk dapat di operasionalkan.
Konsorsium Antar Bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan Ilmu Sosial
Dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan. Dari ke delapan Pokok Bahasan
tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan
mempelajari dan memahami adanya :
1. Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan
masyarakat dan kebudayaan.
2. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3. Masalah pemuda dan sosialisasi.
4. Masalah hubungan antara warga negara dan negara.
5. Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6. Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
7. Masalah pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi.
8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan
masyarakat.
Untuk membantu memahami terhadap masalah-masalah tersebut di atas maka dalam buku
ini dihimpun kumpulan karangan yang disusun dan berkaitan dengan
masing-masing pokok bahasan yang telah ditentukan.
Betapapun kecilnya, kami berharap buku ini dapat bermanfaat.
http://ariefsz.blogspot.com/2009/12/isd-pengertian-tujuan-isd-dan-ips.html
1.2 ISD Dan
IPS
Perbedaan
dan Persamaan antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya
mempunyai persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan antara keduanya adalah :
Perbedaan dan Persamaan antara Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya
mempunyai persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan antara keduanya adalah :
1. Kedua-duanya merupakan bahan studi
untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.
2. Keduanya bukan disiplin ilmu yang
berdiri sendiri.
3. Keduanya mempunyai materi yang
terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Adapun
perbedaan antara keduanya adalah :
1. Ilmu Sosial Dasar diberikan di
Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan
Sekolah Lanjutan.
2. Ilmu Sosial Dasar merupakan satu
matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari
sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
3. Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada
pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan
kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.
Ruang
Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat
menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat
mengindentifikasi kenyataan kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep
sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar
dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :
1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada
dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2. Kenyataan-kenyataan sosial tersebut
sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu sosial, karena adanya
perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangannya. Dalam Ilmu
Sosial Dasar kita menggunakan pendekatan interdisiplin/multidisiplin.
Konsep-konsep
sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan¬ kenyataan sosial dibatasi
pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari
masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan sosial. Sebagai
contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep "keanekaragaman"
dan konsep "Kesatuan sosial". Bertolak dari kedua konsep tersebut di
atas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu
terdapat :
1. Persamaan dan perbedaan pola
pemikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok/golongan,
2. Persamaan dan perbedaan kepentingan.
3. Persamaan dan perbedaan itulah yang
menyebabkan sering timbulnya pertentangan/konflik, kerja-sama, kesetiakawanan
antar individu dan golongan.
Masalah-masalah
sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai
kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.
Berdasarkan bahan kajian seperti yang disebut di atas, dapat dijabarkan lebih
lanjut ke dalam pokok bahasan dan sub pokok bahasan, untuk dapat di
operasionalkan. Konsorsium Antar Bidang telah menetapkan bahwa perkuliahan Ilmu
Sosial Dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan. Dari ke delapan Pokok
Bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan
mempelajari dan memahami adanya :
1. Berbagai masalah kependudukan dalam
hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2. Masalah individu, keluarga dan
masyarakat.
3. Masalah pemuda dan sosialisasi.
4. Masalah hubungan antara warga negara
dan negara.
5. Masalah pelapisan sosial dan
kesamaan derajat.
6. Masalah masyarakat perkotaan dan masyarakat
pedesaan.
7. Masalah pertentangan-pertentangan
sosial dan integrasi.
8. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan
teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
http://megha-blogs.blogspot.com/2011/09/pengertian-tujuan-persamaan-dan.html
1.3 Ruang
Lingkup Ilmu Sosial Dasar (ISD)
Tiga
Golongan Bahan Pelajaran ISD
Tiga
golongan bahan pelajaran Ilmu sosial dasar Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang
didefinisikan berdasarkan suatu nilai dalam kependudukan yang bertempat di satu
Negara yang bisa menilai, menyimpulkan, dan juga menganalasis suatu
permasalahan yang ada di sekitarnya dengan bersosialisai akan tetapi juga masih
menggunakan suatu nilai yang terpenting dalam ilmu sosial dasar yaitu
fakta, konsep, dan teori nilai tersebut semua diambil dari sejarah, ekonomi,
geografi sosial ,sosiologi, antropologi, psykologi sosial.Di berbagai masalah
pasti ada jalan keluarnya entah bagaimana caranya pasti ada saja yang
menemukannya dari melihat dari adanya fakta, analisis bermula suatu permasalahan,
sampai cara berunding pun bisa mengatasi masalahnya maka dari itu didalam
sebuah Ilmu sosial dasar terdapat tiga golongan bahan pelajaran yaitu
1.
Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama
merupakan masalah sosial tertentu.
2. Konsep-konsep sosial atau
pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep
dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah
sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.
3.
Masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai
kenyataan-kenyataan sosial yang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.
Bab 2
2.1. Petumbuhan Penduduk
Perkembangan Penduduk Dunia Dengan
Menggunakan (table)
Pertumbuhan penduduk adalah
Perubahan populasi sewaktu-waktu. yang dapat dihitung dengan adanya perubahan
dalam setiap individu
No
|
Nama Negara
|
Jumlah penduduk
|
1
|
Indonesia
|
4.306.313.812 jiwa
|
2
|
Malaysia
|
4.103.600.000 jiwa
|
3
|
Amerika Serikat
|
398.186.698 jiwa
|
4
|
Jepang
|
341.973.879 jiwa
|
Penggandaan Penduduk Dunia Dengan
Meggunakan (table)
Penggandaan penduduk adalah
perubahan populasi atau jumlah kehidupan yang dibarengi
dengan angka jumlah penduduk ada peningkatan maupun penurunan setiap 6 tahun
sekali seperti yang saya tuliskan tabel dibwah ini.
No
|
Perkiraan penduduk dunia
|
Tahun
|
1
|
700 juta
|
1991
|
2
|
750 juta
|
1997
|
3
|
600 juta
|
2003
|
4
|
2 milyar
|
2012
|
Faktor-faktor Demografi Yang
Mempengaruhi Penggadaan Penduduk.
Pada tabel penggandaan penduduk dunia diatas dapat didefinisikan bahwa jumlah kehidupan
didunia setiap 6 tahun sekali ada peningkatan maupun penurunan.
Faktor tersebut ialah:
-
Banayaknya angka kematian
-
Kelahiran
-
Migrasi
Rumus Tingakt Kematian Yang Kasar.
Tingkat kematian kasar adalah tingkat kematian yang tidak dapat kita perkirakan
setiap pertahunnya.
Rumus tingkat kematian kasar :
CDR
D = Jumlah
kematian
CDR = jumlah
kematian /(dibagi) Jumlah penduduk pertahun x(dikalikan) 1000
Tingkat Rumus Kematian Khusus.
Tingkat kematian khusus adalah suatu aspek yang menjelaskan usia,jenis
kelamin,pendidikan,pekerjaan.
Rumus
tingkat kematian khusus :
ASDRi =
Di /(dibagi) Mi x(diklikan) 1000
Angka Kelahhiran.
Angka kelahiran di Indonesia terjadi
sangat pesat tidak seimbang dengan jumlah kematian yang terjadi.
Angka kelahiran tersebut dapat dijabarkan dengan fertilitas atau yang
seringkita kenal dengan sebutan pengukuran kelahiran hidup.
Pengukuran fertilitas
terjadi karena disebabkan oleh beberapa alasan sebagai berikut :
-
Sangat sulitnya memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak sekali
bayi-bayi yang meninggal setelah dan sesaat melahirkan.
-
Wanita tua sudah tidak bisa melahirkan dan walupun terjadi semua itu sangat
kecil kemungkinannnya untuk mendapatkan seorang anak.
-
Pengukuran fertilasi akan melibatkan satu orang saja, karena tidak semua wanita
mempunyai kemungkinan untuk melakukannya denagn dibarengi tingkat kesuburan
wanita tersebut.
Fertility adalah jumlah kelahiran dari seorang wanita atau sekelompok wannita.
Yang maksudya lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan
misalnya : bernafas,bergerak,berteriak atau menangis. Ada denyutan jantung dan
sebagainya.
Angka kelahiran tersebut dapat dirumuskan :
CBR = Jumlah
lahir hidup/(dibagi)Jumlah penduduk pd pertengahan thn x(dikalikan) 1000.
Pengertian Migrasi.
Menurut saya migrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah/desa ke kota.
Migrasi terjadi karena penduduk tersebut melihat keadaan lingkungan mereka yang
kurang mguntungkan untuk melanjutkan hidupnya. Akibatnya, sulitnya mencari mata
pencaharian atau nafkah,persediaan suber daya alam untuk menghidupi keluarganya
dan itulah sebab dan akibatnya mereka melakukan migrasi ke kota.
Macam-macam Migrasi.
Macam-macam migrasi ada dua yaitu :
- Emigrasi - Imigrasi -
Transmigrasi - Urbanisasi
Proses Migrasi.
Migrasi ini adalah merupakan akibat dari keadaan lingknagan alam yang kurang
menguntungkan. Sebagai akibat dan keadaan alam yang kurang menguntungkan
menimbulkan terbatasnya sunber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut.
Langkah-langkah seseorang melakukan migrasi karena mengetahui lebih dahulu
faktor-faktor seperti:
-
Persediaan sumber daya alam
-
Lingkungan social budaya
-
Potensi ekonomi
-
Alat masa depan yang mengguntungkan
Selain memeikirkan faktor-faktor
kepindahan mereka juga memikirkan rintangn yang dihadapi selama proses migrasi.
Model kaitan
mekanisme migrasi dari lee.
0 + 0 – 0 +
0
0 – 0 – 0 + 0 –
0 – 0 + 0 –
0
–
– 0 + 0 + – 0 +
+ 0 – 0 – -
+
0
0 – 0 + 0 – 0 +
0 – - 0 + 0
–
0
0 – 0 – + 0 – +
Arah
Sasaran
Dengan adanya intervening obstacles
(rintangan antara) maka timbul dua proses migrasi yakni :
1. Migrasi
bertahap 2.Migrasi
langsung
Akibat Migrasi
Akaibat migrasi dapat disebutkan karena adanya faktor seperti dibawah ini:
1.
Urbanisasi adalah seorang yang migrasi dari desa ke kota. Walaupun urutannya
sanagt kecil,namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara
keseluruhan.
2.
Migrasi interregional di Indonesia
kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas
tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta
tingkat laju pembangunan di luar jawa.
3.
Migrasi antar Negara di Indonesia
adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai 1980
migrasi masuk hanya ada 0.61% dan migrasi ke luar hanya sebesar 0.57% per
tahun.
3 jenis struktur penduduk
Tiga jenis struktur penduduk :
1.
Piramida penduduk muda
Piramida ini menggambarkan komposisi
penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih
besar dari pada jumlah kematian, Bentuk umum seperti ini kita sering temui pada
Negara-negara maju seperti : India,Brazilia,Indonesia.
1.
Piramida stasioner
Piramida ini menggambarkan keadaan
penduduk yang tetap sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak
begitu tinggi. Bentuk umum seperti ini kita sering temui pada Negara-negara
maju seperti : Swedia,Belanda,Skandinavia.
A . Piramida penduduk tua
Piramida ini menggambarkan
adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesan dan tingkat kematian kecil
sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara
bisa kekurangan penduduk.negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini
adalah Jerman,Inggris,Belgia,Perancis.
Mahasiswa dapat menuliskan
bentuk piramida penduduk stasioner,muda,tua.
Bentuk Piramida penduduk stasioner:
75 -
70 – 74
65 – 69
55 – 59
50 – 54
45 – 49
40 – 44
35 – 39
30 – 34
25 – 29
20 – 24
15 – 19
10 – 14
5 – 9
0 – 4
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
0
0 1 2
3 4 5 6 7 8
9
10
Bentuk Piramida penduduk muda:
75 -
70 – 74
65 – 69
55 – 59
50 – 54
45 – 49
40 – 44
35 – 39
30 – 34
25 – 29
20 – 24
15 – 19
10 – 14
5 – 9
0 – 4
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
0
0 1 2
3 4 5 6 7 8
9
10
22
Bentuk Piramida penduduk Tua:
75 -
70 – 74
65 – 69
55 – 59
50 – 54
45 – 49
40 – 44
35 – 39
30 – 34
25 – 29
20 – 24
15 – 19
10 – 14
5 – 9
0 – 4
10 9 8 7 6 5
4 3 2 1
0
0 1 2 3 4 5 6
7 8
9
10
22
pengertian rasio ketergantungan.
Rasio ketergantungan adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan jumlah
penduduk golongan umur yang sudah menghasilka dan yang belum menghasilkan atau
kata lain produktif kerja lagi dengan jumlahpenduduk golongan umur produktif
kerja. Dan biasanya dinyatakan dalam jenis persen.
2.2 Kebudayaan Dan Keperibadian
pertumbuhan dan perkembangan
kebudayaan di Indonesia.
Pada zaman batu dan zaman logam
upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia,sungguh berliku-liku dan
memerlukan waktu pembahasan yang sangt panjang. Berdasarkan pendapat-pendapat
ahli prehistoric,ternyata bahw zaman batu itupun terbagi dalam :
- Zama
batu tua (palaeolithikum)
- Zaman
batu muda (neolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua,
baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar misalnya kapak genggam.
Kapak genggam sebelumnya kita kenal dari eropa,afrika,asia tengah sampai ke
india, tapi kapak genggam semacam ini tidak didapati orang di Asia
tenggara.berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa proto
Austronesia pembawa kebudayaan neolithikum berupa kapak batu besar maupun kecil
bersegi=segi itu berasal dari cina selatan, menyabar kearah selatan dan
sampai ke semenanjung malaka.
Pada zaman batu muda (neolitikum)
benar-benar membawa revolusi dalam kehidupan manusia. Mereka,mulai hidup
menetap, membuat rumah. Membentuk kelompok masyarakat desa.bertani dan
berternak untuk dapat memenuhhi kebutuhan hidup. Paa zaman batu muda ini telah
mengenal dan memiliki kepandaian mencairkan logam dari biji besi. Dan
menuangkan ke dalam cetakan dan di dinginkan.oleh karena itu merekan dapat
membuat aneka ragam senjata berburu dan berperang serta alat-alat lain yang
mereka perlukan.
Kebudayaan Hindu , Budha Dan Islam
1.
Kebudayaan Hindu dan Budha.
Pada ke-3 dan
ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya pulau jawa.
Hindu yang berasal dari india itu
berlangsung luwes dan mantap. Pada abad ke-5, ajaran budha masuk ke Indonesia,
khusussnya ke sekitar pulau jawa.Agama budha dapat dikatakan berpandanagn lebih
maju dari pada Hinduisme, sebab budha tidak menghendaki adanya kasta-kasta
dalam kehidupan atu masyarakatnya.
Dengan demikian,kedua agama tersebut
khususnya di pulau jawa tumbuh dan berkembang berdampingann secara damai. Baik
penganut hindu maupun budha melhirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi
dalam seni bangunan atau arsitektur. Relief-relief yang diabadikan dalam candi
–candi di jawa tengah ataupun jawa timur. Candi-candi tersebut adalah
Borobudur,prambanan,mendut,kalasan.badut,kidal,jago,singosari, dan
disekitarnya. Antara jawa tengah dan jawa timur.
Dapat disimpulkan bahwa ajaran atau
agama Hindu dan Budha cukup berkembang di daerah jawa.
2. Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan 16, agama Islam
telah berkembang di Indonesia. Oleh para pemuka-pemuka atau tokoh-tokoh Islam
yang sering kita dengar dengan sebutan Wali Songo. Titik sentral penyebaran
agama Islam pada abad itu berada di pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke
Indonesia. Khhususnya kepulau jawa sebelum abad ke-11 Sudah ada wanita Islam
yang dimakam kan di kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia, berlangsung
secara damai da tentram tanpa ada yang syirik ayaupun dendam. Hal ini
disebabkan karena Islam dimasukan ke Indonesia tidak dengan secara paksa.
Melainkan dengan cara baik-baik. Disamping itu disebabkan oleh sikaf toleransi
yang dimmiliki bangsa kita.
Agama Islam berkembang pesat di
Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk
Indonesia. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa kebudayaan islam member sahan yang
besar bagi perkembangn kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.
Kebudayaan Barat
Menurut saya, kebudayaan barat
diindonesia member warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian
bangsa Indonesia. Awal kebudayaan barat masuk ke Negara tercinta republic
Indonesia ketika kaum kolonilisme atau yang kita sering dengar dengan sebutan
penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa belanda yang pernah menjajah
Negara kita ini. Kebudayaan barat seperti belanda mulai menguasai
perdagangan di Indonesia. Berlanjut denag banyaknya pemerintahan colonials
belanda, di kota-kota provinsi, dan munculnya bangunan dengan gaya arsitektur
barat. Dalam kurun waktu itu jga, kota-kota pusat pemerintahan Indonesia
semuanya dikuasai oleh belanda. Itu sebabnya mengapa adanya kebudayaan barat
dinegeri kita ini.
0 komentar:
Posting Komentar