Rabu, 30 Maret 2016

Arti Sebuah Kesempatan

       Arti Sebuah Kesempatan

Kesempatan selalu ada dalam hidup yang di jalani, kesempatan itu memungkinkan untuk memilih jadi maksudnya itu ya kalo mau jalanin ya jalanin kalo mau lakuin ya lakuin kalo engga ya engga, ya hidup itu memang pilahan dan pilihan itu hanya ada 2 kalau IYA atau TIDAK.

Disini saya akan memulai untuk memperkenalkan siapa saya, saya anak bungsu dari 4 bersaudara, saya memiliki kaka perempuan satu-satunya dan paling tua, sisanya memiliki 2 kaka laki-laki, saya berpindah pindah kehidupan, balita sudah berpindah tempat setelah itu anak-anak pindah tempat lagi sampai ya pada akhirnya menetap pada suatu kota.

Itu semua sudah resiko karena ayah saya kerjanya pun pindah-pindah tempat ya ceritanya si dines gitu lah, ya gapapa dengan ikut beliau pindah-pindah saya sudah merasakan kehidupan yang berbeda beda dan lingkungan yang berbeda juga itu namanya kesempatan bukan?

Dan ya beginilah saya besar dengan cara berpindah-pindah tempat dan macam-macam pergaulan.

Kita membicarakan sebuah kesempatan, mengapa saya membahas kesempatan?
Karena tanpa disadari hidup itu ada sesuatu yang saat tidak terlihat yang bias di bilang itu kesempatan. Sebagai contoh ya seperti kita bangun tidur, apakah kita bangun tidur lalu melalukan sesuatu hal yang ingin kita lakukan? Tentu iya bukan? nah pada saat kita melakukan suatu hal tersebut ada suatu kesempatan yang kita lewatkan. Entah berapa kesempatan yang pernah kita sia – sia kan, dan yang terjadi adanya sebuah penyesalan.

Saya termasuk orang yang tidak perduli awalnya dengan lingkungan sekitar ya kalau di pergaulan itu susah bergaul dengan orang lain kata lainnya ya cuek, di keluargapun saya adalah seorang anak yang cuek dengan kehidupan di rumah, dan disini saya belajar karena uatu kesempatan yang sudah sangat saya sia – siakan dalam hidup saya.

Memiliki sesosok ayah itu saat menyenangkan, saat iri dengan anaknya yang bisa bercanda dengan ayahnya ketika ayahnya memiliki waktu untuk anaknya, ketika beliau memiliki waktu untuk saya, entah kenapa saya tidak mahir untuk berbicara dengan beliau entah saya canggung atau saya yang cuek engga tau harus membicarakan apa dengan beliau.

Sesungguhnya  beliau orang yang baik, ingin berbicara dengam 4 anaknya beliau orang yang sedikit humoris tapi beliau juga sedikit cuek, mungkin dari beliaulah saya memiliki sifat cuek ini.


Suatu ketika beliau ingin mencoba berbicara dengan 3 anak lelakinya bagaimana caranya? Beliau memiliki cara dengan memberikan uang. Dan uang tersebut yang menjadi jalan bagi beliau untuk bias dekat berbicara dengan 3 anak lelakinya. Beliau mengadakan kompetisi bermain game bola, siapa yang bisa juara 1 mendapatkan hadiah dari beliau.
Ya begitu seterusnya beliau menjadikan caranya untuk mengobrol dengan saya, dengan hal itulah saya berani untuk berbicara dengan beliau ternyata berbicara dengan keluarga itu sangat asik dan seru walau pasti ada hal yang ditutupi.

Setelah berjalannya waktu demi waktu hari demi hari, disinilah saya sangat sedih melihat beliau yang sudah mulai keserang penyakit yang komplikasi.

Beliau kuat untuk mempertahankan penyakitnya tapi itu hanya awal saja, pada akhirnya beliau menyerah untuk hidup.

Entah kenapa setelah kepergian beliau saya merasa sangat menyesal kenapa waktu beliau masih hidup saya tidak berani untuk berbicara atau bercanda gurau dengan beliau, itu adalah sebuah kesempatan yang sangat sepele dalam hidup saya, sampai sekarang saya menyesal dengan apa yang saya lakukan.

Kesempatan memang tidak dating sama ke dua kalinya, apa beliau bisa hidup kembali? Apa saya bisa berbicara dengan beliau lagi? Hanya lewat doa saya bisa berbicara atau cerita dengan beliau.

Jadi janganlah kita menyepelekan kesempatan yang kecil sekalipun, ketika kesempatan itu sudah tidak ada apa yang bias kita perbuat? Membuat kesempatan yang sama? Bisa? Tidak! Yang ada hanya apa? Penyesalan.

Dari pelajaran tersebut saya harus mencoba untuk tidak cuek di dalam keluarga saya, saya harus bisa untuk mengajak bicara ibu yang hanya satu-satunya orang tua yang saya miliki, saya tidak ingin kejadian yang udah kelewat menjadi keulang lagi di kehidupan saya selanjutnya jadi hal sepele kesempatan berbicara denga  seorang ibu itu adalah hal yang sangat penting.

Ibu yang memiliki hati yang lemah lembut dan mudah sakit hati itu yang sangat berhati-hati jika ingi berbicara dengan beliau, gunakan kata – kata atau kalimat yang beliau bisa terima.

Kesempatan berbicara itu sangat penting, dengan kata lain berkomunikasi itu jangan sampai putus begitu aja, kita harus saling menjalin komunikasi denga baik kepada orang – orang yang kita kenla apalagi orang yang kita sayang.

Prosedur Pendirian Bisnis

Prosedur Pendirian Bisnis

1. Tahapan pengurusan izin pendirian
Bagi perusahaan skala besar hal ini menjadi prinsip yang tidak boleh dihilangkan demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hinga izin perluasan. Untk beerapa jenis perusahaan misalnya, sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi.

Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai berikut :
• Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
• Bukti diri.

Selain itu terdapat beberapa Izin perusahaan lainnya yang harus dipenuhi :
• Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Dep. Perdagangan.
• Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Dep. Perindustrian.
• Izin Domisili.
• Izin Gangguan.
• Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
• Izin dari Departemen Teknis.

2. Tahapan pengesahan menjadi badan hukum
Tidak semua badan usaha mesti ber badan hukum. Akan tetapi setiap usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).

3. Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani
Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb.

4. Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain yang terkait

Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai kelanjutannya, kegiatan ini harus mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan.